Imodium 2 mg Tablet

Imodium 2 mg Tablet
Imodium 2 mg Tablet

Indikasi

Imodium Tablet merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi diare akut, mengurangi jumlah pembuangan tinja pada pasien yang telah melakukan prosedur ileostomi (sebuah pembukaan dari luar tubuh yang dibuat oleh ahli bedah pada ileum, bagian dari usus kecil yang bertujuan menyediakan jalan baru untuk pembuangan limbah dari tubuh setelah sebagian usus diambil), serta mengobati diare yang terjadi pada orang dengan penyakit inflamasi usus.

Komposisi

Obat ini mengandung : Loperamid Hcl 2 mg

Kontraindikasi

  1. Jangan meminum obat ini jika Anda alergi terhadap setiap zat dalam obat ini, sakit perut tanpa diare, sembelit, perut kembung, tinja berdarah, atau tinja berwarna gelap.
  2. Jangan gunakan pada anak-anak kurang dari 6 tahun kecuali atas saran dokter.
  3. Obat ini tidak boleh digunakan pada bayi kurang dari 24 bulan.

Efek Samping

Semua Obat pasti memiliki efek samping, namun tidak semua orang akan mengalami efek samping tersebut. Efek samping yang umumnya dialami pasien selama menggunakan Imodium Tablet meliputi :

  1. Perut kembung
  2. Sembelit
  3. Kehilangan selera makan
  4. Nyeri perut berat disertai mual dan muntah.

Bila efek samping menetap bahkan memburuk, segera hentikan penggunaan Imodium Tablet dan konsultasikan ke Dokter.

Dosis & Cara Mengonsumsi

Dosis penggunaan Imodium Tablet harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan karena dosis penggunaan Imodium Tablet berbeda-beda setiap individunya tergantung berat dan ringan nya penyakit yang diderita.

Aturan penggunaan Imodium Tablet : 

  1. Pada diare akut non spesifik untuk dosis awal adalah 2 tablet, dosis lazim 1-2 tablet 1-2 kali sehari.
  2. Untuk diare kronik 2-4 tablet sehari dalam dosis terbagi.
  3. Maksimal 8 tablet sehari.

Imodium Tablet diminum setiap selesai buang air. Bila setelah 48 jam tidak ada perbaikan, hentikan terapi. Imodium Tablet dapat diminum dengan atau tanpa makanan. Jika tidak sengaja lupa meminum Imodium Tablet, disarankan untuk segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan mengganti dosis yang terlewat dengan menggandakan dosis pada jadwal berikutnya.

Interaksi Obat

  1. Beberapa obat mungkin berinteraksi dengan loperamide.
  2. Konsultasikan dengan dokter Anda jika Anda sedang mengonsumsi obat lain, terutama salah satu dari berikut: Quinidine atau ritonavir karena kedua obat tersebut dapat meningkatkan risiko efek samping loperamide.
  3. Saquinavir karena efektivitasnya dapat berkurang oleh loperamide.

Keamanan Kehamilan

Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Imodium Tablet kedalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut: “Studi pada sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping obat (selain penurunan fertilitas) yang tidak diperlihatkan pada studi terkontrol pada wanita hamil trimester I (dan tidak ada bukti mengenai resiko pada trimester berikutnya).” Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat yang mengandungImodium Tablet. Selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter

Isi : 1 Strip @10 Tablet
Pharmaceutical : PT Johnson & Johnson Indonesia
Golongan Obat : Obat Keras